Loading...

Dari Olga Syahputra Sampai Ustaz Arifin Ilham, Makanan Ini Menjadi Salah Satu Penyebab Kanker Getah Bening



Di Indonesia kasus penderita penyakit kanker kelenjar getah bening bukanlah hal yang baru.

Bahkan sejumlah selebriti Tanah Air tidak sedikit pula yang pernah berjuang melawan penyakit tersebut semasa hidupnya.

Yang terbaru ada Ustaz Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Az-Zikra ini meninggal dunia pada Rabu (22/5) malam. Arifin Ilham mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Penang Malaysia setelah kurang lebih sebulan mendapat perawatan.

Sejak awal tahun 2019 lalu, Arifin Ilham telah dikabarkan menderita sakit kanker getah bening. Sempat dikabarkan sembuh, tak berselang lama kemudian kondisi Arifin Ilham kembali menurun

Kemudian ada Ranza Ferdian ini dikabarkan meninggal dunia karena kanker kelenjar getah bening yang dideritanya. Nama Ranza Ferdian mungkin terdengar asing, namun dirinya merupakan aktor yang kerap membintangi sejumlah FTV.

Ada juga salah satu pemeran film Jomblo tahun 2006, Shakti Harimurti meninggal dunia pada Rabu (3/4) lalu. Kabar meninggalnya Shakti pertama kali diketahui publik melalui unggahan rekannya, Hanung Bramantyo yang mengungkapkan rasa kehilangan terhadap kerabatnya tersebut. Sebelumnya sudah sejak tahun 2018, Shakti diketahui mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening.

Serta kepergian presenter Olga Syahputra yang sempat menyisahkan banyak kesedihan di dunia hiburan Tanah Air.

Olga menghembuskan napas terakhirnya usai berjuang melawan penyakit kanker getah bening dan meningitis atau radang selaput otak. Ia pertama kali mengetahui penyakit kelenjar getah bening di dalam tubuhnya di tahun 2013. Kala itu di bagian lehernya terdapat benjolan yang membengkak.

Diketahui, Limfoma atau kanker kelenjar getah bening cukup banyak ditemui di Indonesia.

Menurut data Global Burden Cancer (Globocan), jenis limfoma non-Hodgkin merupakan kanker nomor 7 yang sering dijumpai di Indonesia.

Dokter dari Divisi Hematologi Onkokogi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Dr.dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan, limfoma bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Kanker ini terjadi karena pertumbuhan yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh atau sel limfosit.

Jenis kanker ini juga dikenal dengan istilah Limfoma Non-Hodgkin (LNH) dan Limfoma Hodgkin (LH).

Berbeda dengan jenis kanker pada umumnya, kanker kelenjar getah bening bisa terjadi di bagian tubuh mana saja.

Hal ini tentunya karena kelenjar getah bening terdapat di banyak tempat di dalam tubuh.

Kanker jenis ini termasuk berbahaya mengingat gejalanya bisa nampak maupun tak nampak karena tidak semua kejadian kanker terdapat benjolan yang dirasakan.

Sebagaimana kanker lainnya, kanker jenis ini pun bisa terjadi pada siapa pun, namun tetap terdapat faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan kejadian.

Kanker ini kemungkinannya bisa lebih tinggi pada seseorang dengan usia di atas 65 tahun.

Selain itu, kanker getah bening juga bisa disebabkan karena pola makan yang tidak sehat.

Salah satu makanan yang jadi penyebab kanker getah bening di Indonesia adalah ikan asin.

Hal ini diungkapkan oleh pakar karsinoma nasofaring Dr. dr. Farhat, M.Ked Sp. THT.KL seperti yang dilansir dari Tribun Medan.



GridHEALTH.id - Di Indonesia kasus penderita penyakit kanker kelenjar getah bening bukanlah hal yang baru.

Bahkan sejumlah selebriti Tanah Air tidak sedikit pula yang pernah berjuang melawan penyakit tersebut semasa hidupnya.

Yang terbaru ada Ustaz Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Az-Zikra ini meninggal dunia pada Rabu (22/5) malam. Arifin Ilham mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Penang Malaysia setelah kurang lebih sebulan mendapat perawatan.

Baca Juga: Gejala Awal Kanker Nasofaring Selain Telinga Berdengung Adalah Hidung Tersumbat, Seperti yang Diderita Almarhum Ustaz Arifin Ilham

Sejak awal tahun 2019 lalu, Arifin Ilham telah dikabarkan menderita sakit kanker getah bening. Sempat dikabarkan sembuh, tak berselang lama kemudian kondisi Arifin Ilham kembali menurun

Kemudian ada Ranza Ferdian ini dikabarkan meninggal dunia karena kanker kelenjar getah bening yang dideritanya. Nama Ranza Ferdian mungkin terdengar asing, namun dirinya merupakan aktor yang kerap membintangi sejumlah FTV.

Ada juga salah satu pemeran film Jomblo tahun 2006, Shakti Harimurti meninggal dunia pada Rabu (3/4) lalu. Kabar meninggalnya Shakti pertama kali diketahui publik melalui unggahan rekannya, Hanung Bramantyo yang mengungkapkan rasa kehilangan terhadap kerabatnya tersebut. Sebelumnya sudah sejak tahun 2018, Shakti diketahui mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening.

Baca Juga: Inilah Fakta Kanker Nasofaring yang Diderita Ustadz Arifin Ilham

Serta kepergian presenter Olga Syahputra yang sempat menyisahkan banyak kesedihan di dunia hiburan Tanah Air.

Olga menghembuskan napas terakhirnya usai berjuang melawan penyakit kanker getah bening dan meningitis atau radang selaput otak. Ia pertama kali mengetahui penyakit kelenjar getah bening di dalam tubuhnya di tahun 2013. Kala itu di bagian lehernya terdapat benjolan yang membengkak.

Diketahui, Limfoma atau kanker kelenjar getah bening cukup banyak ditemui di Indonesia.

Baca Juga: Suplemen Vitamin D Bisa Memperlambat Kanker Prostat, Begini Faktanya

Menurut data Global Burden Cancer (Globocan), jenis limfoma non-Hodgkin merupakan kanker nomor 7 yang sering dijumpai di Indonesia.

Dokter dari Divisi Hematologi Onkokogi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Dr.dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan, limfoma bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Kanker ini terjadi karena pertumbuhan yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh atau sel limfosit.

Jenis kanker ini juga dikenal dengan istilah Limfoma Non-Hodgkin (LNH) dan Limfoma Hodgkin (LH).

Baca Juga: Sadari Bahaya Kanker Payudara Sejak Dini, Dengan Pemeriksaan Sendiri

Berbeda dengan jenis kanker pada umumnya, kanker kelenjar getah bening bisa terjadi di bagian tubuh mana saja.

Hal ini tentunya karena kelenjar getah bening terdapat di banyak tempat di dalam tubuh.


Kanker jenis ini termasuk berbahaya mengingat gejalanya bisa nampak maupun tak nampak karena tidak semua kejadian kanker terdapat benjolan yang dirasakan.

Baca Juga: Makanan Bisa Picu Penyakit Kanker, Cegah Dengan Tips Diet Berikut Ini

Sebagaimana kanker lainnya, kanker jenis ini pun bisa terjadi pada siapa pun, namun tetap terdapat faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan kejadian.

Kanker ini kemungkinannya bisa lebih tinggi pada seseorang dengan usia di atas 65 tahun.

Selain itu, kanker getah bening juga bisa disebabkan karena pola makan yang tidak sehat.

Salah satu makanan yang jadi penyebab kanker getah bening di Indonesia adalah ikan asin.

Hal ini diungkapkan oleh pakar karsinoma nasofaring Dr. dr. Farhat, M.Ked Sp. THT.KL seperti yang dilansir dari Tribun Medan.

Baca Juga: Divonis Idap Kanker Stadium 4 Mantan Model Ini Pilih Konsumsi Nanas Setiap Hari daripada Kemoterapi, Hasilnya di Luar Dugaan!

"Faktor makanan tadi diulas itu ikan asin. Ikan asin itu ada zat namanya Nitrosamin. Tapi bukan di ikan asin saja, pada daging yang diasapkan, itu juga tinggi nitrosaminnya. Jadi itu juga bahaya," terangnya.

Ya, ikan asin yang sering diolah itu ternyata memiliki kandungan yang bisa menyebabkan kanker getah bening. Zat yang terkandung dalam ikan asin itu disebut nitrosamin.

Nitrosamin juga sering ditemukan pada makan olahan daging, seperti sosis, daging asap, hot dog atau burger.

International Agency for Research on Cancer (IARC), lembaga riset kanker di bawah WHO, mengelompokkan nitrat dan nitrit ke dalam "kemungkinan karsinogen pada manusia" karena saat daging yang memiliki kandungan zat itu digoreng atau dibakar di suhu tinggi, bisa berubah menjadi N-nitroso, seperti nitrosamin, yang memang bersifat karsinogen.



GridHEALTH.id - Di Indonesia kasus penderita penyakit kanker kelenjar getah bening bukanlah hal yang baru.

Bahkan sejumlah selebriti Tanah Air tidak sedikit pula yang pernah berjuang melawan penyakit tersebut semasa hidupnya.

Yang terbaru ada Ustaz Arifin Ilham, Pimpinan Majelis Az-Zikra ini meninggal dunia pada Rabu (22/5) malam. Arifin Ilham mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Penang Malaysia setelah kurang lebih sebulan mendapat perawatan.

Baca Juga: Gejala Awal Kanker Nasofaring Selain Telinga Berdengung Adalah Hidung Tersumbat, Seperti yang Diderita Almarhum Ustaz Arifin Ilham

Sejak awal tahun 2019 lalu, Arifin Ilham telah dikabarkan menderita sakit kanker getah bening. Sempat dikabarkan sembuh, tak berselang lama kemudian kondisi Arifin Ilham kembali menurun

Kemudian ada Ranza Ferdian ini dikabarkan meninggal dunia karena kanker kelenjar getah bening yang dideritanya. Nama Ranza Ferdian mungkin terdengar asing, namun dirinya merupakan aktor yang kerap membintangi sejumlah FTV.

Ada juga salah satu pemeran film Jomblo tahun 2006, Shakti Harimurti meninggal dunia pada Rabu (3/4) lalu. Kabar meninggalnya Shakti pertama kali diketahui publik melalui unggahan rekannya, Hanung Bramantyo yang mengungkapkan rasa kehilangan terhadap kerabatnya tersebut. Sebelumnya sudah sejak tahun 2018, Shakti diketahui mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening.

Baca Juga: Inilah Fakta Kanker Nasofaring yang Diderita Ustadz Arifin Ilham

Serta kepergian presenter Olga Syahputra yang sempat menyisahkan banyak kesedihan di dunia hiburan Tanah Air.

Olga menghembuskan napas terakhirnya usai berjuang melawan penyakit kanker getah bening dan meningitis atau radang selaput otak. Ia pertama kali mengetahui penyakit kelenjar getah bening di dalam tubuhnya di tahun 2013. Kala itu di bagian lehernya terdapat benjolan yang membengkak.

Diketahui, Limfoma atau kanker kelenjar getah bening cukup banyak ditemui di Indonesia.

Baca Juga: Suplemen Vitamin D Bisa Memperlambat Kanker Prostat, Begini Faktanya

Menurut data Global Burden Cancer (Globocan), jenis limfoma non-Hodgkin merupakan kanker nomor 7 yang sering dijumpai di Indonesia.

Dokter dari Divisi Hematologi Onkokogi Medik Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Dr.dr Andhika Rachman SpPD-KHOM mengatakan, limfoma bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Kanker ini terjadi karena pertumbuhan yang berlebihan dari sistem kekebalan tubuh atau sel limfosit.

Jenis kanker ini juga dikenal dengan istilah Limfoma Non-Hodgkin (LNH) dan Limfoma Hodgkin (LH).

Baca Juga: Sadari Bahaya Kanker Payudara Sejak Dini, Dengan Pemeriksaan Sendiri

Berbeda dengan jenis kanker pada umumnya, kanker kelenjar getah bening bisa terjadi di bagian tubuh mana saja.

Hal ini tentunya karena kelenjar getah bening terdapat di banyak tempat di dalam tubuh.


Kanker jenis ini termasuk berbahaya mengingat gejalanya bisa nampak maupun tak nampak karena tidak semua kejadian kanker terdapat benjolan yang dirasakan.

Baca Juga: Makanan Bisa Picu Penyakit Kanker, Cegah Dengan Tips Diet Berikut Ini

Sebagaimana kanker lainnya, kanker jenis ini pun bisa terjadi pada siapa pun, namun tetap terdapat faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan kejadian.

Kanker ini kemungkinannya bisa lebih tinggi pada seseorang dengan usia di atas 65 tahun.

Selain itu, kanker getah bening juga bisa disebabkan karena pola makan yang tidak sehat.

Salah satu makanan yang jadi penyebab kanker getah bening di Indonesia adalah ikan asin.

Hal ini diungkapkan oleh pakar karsinoma nasofaring Dr. dr. Farhat, M.Ked Sp. THT.KL seperti yang dilansir dari Tribun Medan.

Baca Juga: Divonis Idap Kanker Stadium 4 Mantan Model Ini Pilih Konsumsi Nanas Setiap Hari daripada Kemoterapi, Hasilnya di Luar Dugaan!

"Faktor makanan tadi diulas itu ikan asin. Ikan asin itu ada zat namanya Nitrosamin. Tapi bukan di ikan asin saja, pada daging yang diasapkan, itu juga tinggi nitrosaminnya. Jadi itu juga bahaya," terangnya.

Ya, ikan asin yang sering diolah itu ternyata memiliki kandungan yang bisa menyebabkan kanker getah bening. Zat yang terkandung dalam ikan asin itu disebut nitrosamin.

Nitrosamin juga sering ditemukan pada makan olahan daging, seperti sosis, daging asap, hot dog atau burger.

International Agency for Research on Cancer (IARC), lembaga riset kanker di bawah WHO, mengelompokkan nitrat dan nitrit ke dalam "kemungkinan karsinogen pada manusia" karena saat daging yang memiliki kandungan zat itu digoreng atau dibakar di suhu tinggi, bisa berubah menjadi N-nitroso, seperti nitrosamin, yang memang bersifat karsinogen.

Baca Juga: 2 Sejoli Ini Gagal Nikah Karena Keduanya Mengidap Kanker Getah Bening, Inilah Kisah Dibalik Cerita Viral Mereka Berdua

Bahkan walau nitrosamin belum terbentuk saat daging digoreng, bisa saja pembentukannya terjadi di dalam lambung. Zat asam di dalam lambung ternyata cukup untuk mengubah pengawet ini menjadi nitrosamin.

Penelitian pada tikus menyimpulkan, nitrosamin dari daging berperan besar pada terjadinya kanker usus.

Pengamatan pada manusia juga menunjukkan orang yang sering mengonsumsi daging yang diproses memiliki insiden kanker lambung, esofagus, kanker usus dan kelenjar getah bening lebih besar.




sumber
Loading...
[ Close]
[ Close]