Loading...

Mampu Bertarung Di Pilpres Berkali-kali, Dari Mana Dana Prabowo Subianto? Ternyata Ini Daftar Perusahaanya.

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mampu ikut bertarung di pilpres berkali-kali tentu harus disokong pendanaan yang kuat, bagaimanapun ongkos politik di Indonesia sangat besar.


Lantas bagaimana Prabowo Subianto mampu mendanai ongkos pencapresan dirinya lebih dari sekali? jawabannya tentu karena Prabowo memiliki aset yang tak sedikit termasuk beberapa perusahaannya yang tersebar di Indonesia.

Apa saja perusahaan Prabowo Subianto? ini dia daftarnya;


1. PT Tusam Hutani Lestari Tusam Hutani Lestari berada di Nanggroe Aceh Darussalam. Areanya meliputi kawasan pegunungan di Aceh Tengah yang dikelilingi pohon Pinus mercusii. Pinus ini menjadi bahan baku utama kertas gelondongan. Konsesi berlaku hingga 2042 untuk area seluas 97.300 hektar.

2. PT Tanjung Redeb Hutani Perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan dan perkebunan ini terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Adapun luas area perkebunan 180.330 hektar. Perizinan dan hak pengelolaan perusahaan berlaku hingga 2035.

3. PT Kiani Lestari Perusahaan pengolahan kertas dan bubur kertas ini berlokasi di Kalimantan Timur. Luas area industri ini 223.500 hektar. Sementara hak pengelolaan berlaku hingga 2010. Sebelumnya Kiani milik pengusaha Bob Hasan. Kemudian Prabowo membeli perusahaan itu dan mengubah namanya menjadi PT Kertas Nusantara.

4. PT Belantara Pusaka Perusahaan ini berlokasi di Kalimantan Timur dengan luas area perkebunan 15.610 hektar. Adapun hak pengelolaannya berlaku hingga 2035.

5. PT Kiani Hutani Lestari Selain Kiani Kertas, Prabowo juga memiliki perusahaan bernama Kiani Hutani Lestari. Perusahaan ini bergerak di bidang kehutanan dan perkebunan. Lokasinya di Kalimantan Timur dengan area perkebunan seluas 53.083 hektar.

6. Nusantara Kaltim Coal Perusahaan ini merupakan anak perusahaan Nusantara Energy yang didirikan pada 2005. Nusantara Kaltim Coal telah memiliki hak konsesi meliputi area seluas 60.000 pertambangan batu bara di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.


Nah, dengan aset sebanyak 1,9 triliun Rupiah lebih dan beberapa perusahaan besar yang tersebar, maka tak heran Prabowo tak pusing soal biaya atau ongkos politik selama pencapresan nya. bagaimana menurutmu?



sumber
Loading...
[ Close]
[ Close]